Please reload

Recent Posts

Pasokan Listrik Jawa-Bali Bertambah 1.000 MW

6 Nov 2017

CILACAP,  Pasokan daya listrik di Jawa-Bali segera bertambah 1.000 megawatt. Penambahan daya listrik ini akan diperoleh setelah Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap perluasan tahap II dioperasikan. PLTU menggunakan teknologi ultra super critical boiler yang diklaim lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pada Rabu (12/10) berlangsung peletakan batu pertama yang menandai pembangunan PLTU Cilacap perluasan tahap II. Acara ini dihadiri antara lain oleh direksi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan pejabat Kedutaan Besar Tiongkok. PLTU Cilacap 1 x 1.000 megawatt dibangun di atas lahan seluas 26 hektar yang berlokasi di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 

Proyek tersebut dioperasikan konsorsium PT Sumber Segara Primadaya, dengan pemegang saham PT Sumberenergi Sakti Prima (51 persen) dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (49 persen). Proyek senilai 1,4 miliar dollar AS ini didanai Bank of China dan Bank Pembangunan Tiongkok (CDB) sebesar 1 miliar dollar AS. Adapun sisanya, yakni 400 juta dollar AS, didanai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

 

Dengan nilai tukar berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) kemarin, yakni Rp 13.023 per dollar AS, nilai proyek setara dengan Rp 18,232 triliun. ”Jika nanti beroperasi, akan ada tambahan 1.000 megawatt untuk sistem Jawa-Bali yang saat ini kapasitas daya listriknya 33.824 megawatt. PLTU ini merupakan bagian dari program 35.000 megawatt,” kata Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso. Direktur Utama PT Sumber Segara Primadaya Muhammad Rasul mengatakan, pengerjaan PLTU Cilacap 1 x 1.000 megawatt ini memerlukan waktu 39 bulan sehingga diperkirakan selesai akhir 2019.

 

Namun, pengerjaan proyek akan dipercepat sehingga diharapkan bisa selesai pada pertengahan 2019. ”Kami menggunakan teknoloultra super critical boiler yang gi menghasilkan gas buang rendah. Selain itu, pembakaran batubara juga menjadi lebih efisien,” ujar Rasul. Pembangkit listrik di Cilacap ini memerlukan batubara sekitar 5 juta ton per tahun, yang didatangkan dari Kalimantan.

 

Adapun konten lokal pada proyek ini diperkirakan 20-30 persen. Proyek pembangunan PLTU Cilacap perluasan tahap II memerlukan tenaga kerja sekitar 4.000 orang. ”Ada banyak komponen teknologi di pembangkit yang memang harus diimpor. Ini akan menjadi PLTU pertama berkapasitas 1.000 megawatt yang menggunakan teknologi ultra super critical,” ujar Rasul.

 

Dalam sambutannya, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, proyek raksasa di Cilacap harus bermanfaat langsung bagi masyarakat Cilacap. Ia berharap agar investor memanfaatkan banyak tenaga kerja asli dari daerah di pantai selatan Jawa Tengah itu. ”Jangan sampai orang Cilacap hanya menjadi penonton di proyek besar ini,” kata Tatto.

 

source: kompas.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us