Please reload

Recent Posts

Kalahkan Cina, Jepang Rajai Proyek Infrastruktur Asia Tenggara

29 Jun 2019

Laporan terbaru dari Fitch Solution menunjukan Jepang menduduki peringkat pertama dalam proyek infrastruktur di Asia Tenggara. Dengan demikian, negara bunga Sakura tersebut mengalahkan Cina dalam hal pengerjaan proyek infrastruktur di Sejumlah negara Asia Tenggara.

 

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono berjalan menyusuri rel saat meninjau progres pembangunan proyek MRT di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. Dalam tinjauan tersebut, Taro Kono tampak berhenti di beberapa titik untuk mendengarkan penjelasan William terkait dengan proses pembangunan tersebut. REUTERS

  

Ada enam negara ekonomi terbesar ASEAN yang proyek infrastrukturnya di dukung oleh Jepang yaitu Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Nilai proyek infrastruktur jepang tersebut mencapai US$367 miliar. Sedangkan nilai proyek yang didukung Cina mencapai US$255 miliar.

 

Angka tersebut mampu menggaris bawahi banyaknya kebutuhan dalam pembangunan infrastruktur di Asia Tenggara, serta dominasi jepang atas cina. Melalui program Belt and Road Initiative, presiden Cina Xi Jinping mendorong untuk membelanjakan pelabuhan dan kereta api melalui, namun kenyataannya Cina tetap belum mampu mengungguli Jepang.

 

Angka-angka Fitch terbaru, hanya menghitung proyek yang tertunda atau proyek-proyek yang masih dalam tahap perencanaan, studi kelayakan, tender dan saat ini sedang dibangun. "Data Fitch pada Februari 2018 menempatkan investasi Jepang pada US$230 miliar dan Cina pada US$155 miliar," seperti dikutip melalui Bloomberg, Ahad, 23 Juni 2019 waktu setempat.

 

Dari beberapa negara ASEAN yang melibatkan negara sakura dalam proyek infrastrukturnya, Vietnam sejauh ini memiliki nilai terbesar yang masih berjalan yaitu mencapai US$209 miliar atau lebih dari setengah total nilai proyek infrastruktur Jepang.

 

Proyek itu termasuk pengadaan kereta api berkecepatan tinggi senilai US$58,7 miliar. Proyek infrastruktur itu nantinya akan menghubungkan Hanoi dan Kota Ho Chi Minh di Vietnam.

 

Sumber : bisnis.tempo.co

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us