Please reload

Recent Posts

PII: Kemacetan saat Arus Balik Bukan Karena Infrastruktur

12 Jun 2019

Terjadi kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan saat arus balik mudik lebaran tahun 2019. Kondisi tersebut berbeda dengan arus keberangkatan yang relatif lancar.

 

Sejumlah ruas jalan seperti Jalur Pantura, Tol Trans Jawa hingga Jalur Arteri Cikampek-Jakarta mengalami kepadatan para pemudik saat arus balik.

 

Menurut Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto, menilai kemacetan pada arus balik tidak bersangkut paut dengan kesiapan infrastruktur, seperti jalan, rest area (tempat istirahat) dan lain sebagainya.

 

Kendaraan yang didominasi pemudik melaju satu arah (One Way) di Tol Kalikangkung-Cikarang, Karawang, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Sistem one way arus balik di jalur tersebut diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB akibat tingginya volume kendaraan yang menuju Jakarta. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

 

"Kemacetan arus balik terjadi karena semata-mata kapasitas jalan tidak didesain untuk menampung beban lalu lintas Lebaran yang meroket yang terjadi hanya setahun sekali,” kata

Heru di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

 

Menurutnya, kesiapan dalam infrastruktur pada Mudik Lebaran tahun 2019 ini sudah lebih baik daripada tahun sebelumnya.

 

"Terutama infrastruktur jalan. Seperti Jalan Lintas Utara, Selatan dan Tengah Jawa sudah siap di atas 90 persen, ditambah Tol Trans Jawa,” kata Heru.

 

Lanjut, heru menjelaskan kemacetan yang terjadi dalam mudik lebaran bisa diatasi dengan tiga hal, yaitu kesiapan infrastruktur, traffic management yang tepat dan perilaku para pemudik yang efektif. Beliau melihat dua hal terakhir hingga kini masih menjadi penyebab terjadinya kemacetan pada arus balik lebaran 2019.

 

Terkait traffic management, Heru menyoroti soal tidak seimbangnya alokasi waktu arus mudik selama 7 hari (29 Mei-4 Juni) dengan arus balik selama 3 hari (7-9 Juni).

 

Penyebab perbedaan kepadatan arus mudik dan arus balik adalah ketidakseimbangan alokasi waktu.

 

"Dengan asumsi volume kendaraan yang sama antara arus mudik dan arus balik, ini kan ibarat memasukkan pasir ke dalam 7 ember, kemudian jumlah pasir yang sama dimasukkan ke dalam 3 ember, jelas luber,” kata Doktor Manajemen Strategis jebolan Universitas Indonesia ini.

 

Heru menilai, bila ketidaksiapan infrastruktur, termasuk infrastruktur penunjang seperti rest area dianggap menjadi salah satu penyebab kemacetan arus balik, harusnya kemacetan juga terjadi pada saat arus mudik.

 

“Jadi kalau sebabnya infrastruktur, pasti akibatnya dirasakan pada arus mudik maupun arus balik. Tidak parsial,” ujar dia.

 

Sumber : Liputan6.com
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us