Proyek Bandara Purbalingga Tahap I Telan Dana Rp. 500 M

Warga Purbalingga, Jawa Tengah kini akan memiliki bandara udara, bandara udara tersebut bernama Bandara Jenderal Soedirman. Bandara yang terletak di wilayah Pangkalan TNI AU Jenderal Soedirman tersebut dibangun dalam beberapa tahap.


Muhammad Awaluddin Direktur Utama AP II mengatakan bahwa AP II sedang melakukan persiapan dalam pembangunan infrastruktur, diawali dari pembersihan lahan (land clearing), mendirikan pagar bandara hingga membangun Gedung Project Implementation Unit (PIU)


Sumber : Tribunnews.com


"Setelah persiapan usai dilakukan, pekerjaan selanjutnya adalah membangun terminal penumpang dan runway. Kami tengah melakukan persiapan pembangunan infrastruktur setelah sebelumnya tahapan administrasi sudah usai dilalui," tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).


Sementara itu dalam pembangunan terminal penumpang bandara akan dilakukan dalam 3 tahapan. Tahap yang pertama adalah dibangun terminal penumpang berkapasitas 98.182 penumpang per tahun, kemudian tahapan kedua yaitu membuat terminal dengan kapasitas 440.440 penumpang per tahun, tahap terakhir yaitu membuat terminal berkapasitas 597.450 penumpang per tahun.


"Pada tahap awal, investasi yang disiapkan Rp 500 miliar untuk membangun terminal penumpang dan runway. Kami optimistis jumlah penumpang terus tumbuh setiap tahunnya hingga bisa menembus sekitar 600.000 penumpang per tahun, seiring juga dengan bergeliatnya perekonomian dan pariwisata karena terbukanya konektivitas udara di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan ini," tuturnya.


Pada Tahap I, bandara jenderal soedirman akan melayani penerbangan pesawat ATR 72-600 dan sejenisnya. Lalu setelah dilakukan pengembangan pada Tahap III bandara ini dapat melayani take off dan landing dari pesawat boeing 737 dan Airbus A320. Ditaksir pergerakannya bisa mencapai hingga 7.500 pesawat per tahun.


Proyek ini juga telah dikunjungi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno. Dia memastikan bahwa Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga dapat beroperasi di tahun 2020.


"Saya ke sini mengecek langsung persiapan pembangunan dan mendukung sepenuhnya pembangunan bandara ini. Tentunya kita harapkan bisa melayani masyarakat di 2020 dan mendukung perekonomian daerah" tuturnya.


Menurutnya keberadaan bandara ini sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Wonosobo dan Banjarnegara.


"Pembangunan bandara ini juga nantinya tidak akan terlepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah setempat, semua pemangku kepentingan serta sinergi antar BUMN. Saya terus mengawal dan mendorong agar proyek ini nantinya berjalan baik dan bisa selesai tepat waktu sesuai yang ditargetkan," tegas Menteri Rini.


Sebagai informasi, Proyek Bandara ini berlokasi di Kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai. AP II dan TNI AU juga telah melakukan kesepakatan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yaitu seluas 4,42 hektar guna sebagai bandara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional/perkantoran dan fasilitas sisi darat lainnya.


Selanjutnya, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan bandara.


Sumber : Detik.com

#Royekbandara #ProyekKonstruksi #BeritaKonstruksi

Recent Posts