Please reload

Recent Posts

ALFI : Presiden Baru Diharapkan Bisa Manfaatkan Infrastruktur Lebih Lanjut

18 Apr 2019

Asosiasi Pengusaha Logistik Forwarding Indonesia (ALFI) memiliki harapan tersendiri terhadap Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 yang nantinya akan terpilih. Setelah diselenggarakannya pemilihan umum (Pemilu) 2019, Rabu (17/4/2019).

 

Yukki Nugrahawan Hanafi, ketua umum ALFI menuturkan siapapun yang nanti akan terpilih sebagai pemimpin Indonesia pada pemilihan presiden (pilpres) 2019, dia berharap agar langkah-langkah baik yang sudah ada seperti infrastruktur harus dapat dimanfaatkan lebih jauh.

 

"Kita harapkan pemilu berjalan dengan lancar aman, itu yang pertama, kedua tentunya untuk presiden terpilih bisa lebih baik lagi. Bagaimana bisa mengoptimalisasi infrastruktur yang bisa mendukung kegiatan logistik termasuk sisi moda transportasinya," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (17/4/2019).

 

Dia menuturkan sudah sejak lama untuk mengusulkan adanya pembentukan Lembaga khusus untuk transportasi dan logistic yang sifatnya adhoc seperti yang dilakukan di negara Thailand.

 

"Pemerintah Thailand 10--20 tahun lalu membentuk badan khusus transportasi dan logistik, badan ini bukan bersifat tetap, bersifat adhoc. Logistik itu ada keterkaitan antar lembaga, harus membentuk visi yang sama, mengembangkan mata rantai pasok. Sejak itu, logistik performa indeks Thailand menjadi nomor dua di Asean dan masuk 20 besar di dunia sementara Indonesia masih tercecer di posisi 46," terangnya.

 

Dia mengatakan bahwa saat ini ASEAN menempati posisi ke-6 dalam kontribusi ekonomi dunia dalam 10 tahun yang akan dating diharapkan agar bisa mencapai posisi 4 besar. Dan diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan “kue” ekonomi yang ada.

 

Menurut yukki pemimpin yang baru harus segera menyelesaikan pekerjaan rumah tangga seperti peningkatan daya saing ekspor, mata rantai pasok hingga menumbuhkan investasi baru.

 

"Tentunya diharapkan dengan investasi baru ini bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi kita, dari posisi 5,2% jadi 6% bahkan 7%. Dengan begitu, angka pengangguran semakin berkurang," ungkap nya.

 

Sementara itu, terkait dengan logistic dalam negeri, aslah satunya yaitu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana cara untuk mengoptimalkan infrastruktur yang saat ini sudah dibangun agar lebih bermanfaat. Dia juga mengakui peran pengusaha dalam mengisi ruang-ruang Kawasan industri di luar pulau jawa menjadi salah satu hal yang harus dipacu.

"Jangan terlalu fokus di Jawa, banyak infrastruktur di luar Jawa, khususnya di Indonesia timur harus kita perhatikan lagi," tutur Yukki.

 

Sumber : bisnis.com

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us