Please reload

Recent Posts

Indonesia Kejar Malaysia hingga Singapura dengan Pembangunan Infrastruktur

8 Apr 2019

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi pilihan yang rasional dan strategis hanya untuk meningkatkan daya saing Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

 

“Dengan telah selesainya beberapa proyek infrastruktur turut berkontribusi pada peningkatan Indeks Daya Saing Global Indonesia yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) dari semula peringkat 41 (2016-2017) menjadi peringkat 36 (2017-2018). Meskipun demikian masih di bawah Malaysia (peringkat 23) dan Singapura (peringkat 3). Bahkan Vietnam (peringkat 55) terus berusaha mengejar kita” ucap Basuki dalam keterangan resmi yang diterima Antaranews di Jakarta. Jumat (5/4/2019).

 

 Ilustrasi Pembangunan Tribunnews.com

 

Dia menuturkan bahwa jika infrastruktur di Indonesia terhenti maka daya tarik investasi negeri ini akan disusul oleh Vietnam. “Ketiadaan infrastruktur yang cukup akan membuat produk Indonesia sulit bersaing, seperti konektivitas yang tidak lancar mengakibatkan biaya logistic kita jauh lebih mahal daripada Malaysia, Singapura, Filipina,” ujarnya.

 

Pemerintah sejak tahun 2015 belanja telah dialihkan dari belanja subsidi menjadi belanja produktif berupa pembangunan infrastruktur, kesehatan juga Pendidikan. Namun karena kebijakan tersebut menjadi tidak populis karena dampak dari pembangunan baru dirasakan dalam jangka waktu menengah.

 

“Saat ini beberapa ruas tol belum ramai. Hal ini serupa kalua kita lihat pada awal Jalan Tol Jagorawi baru beroperasi, yang lewat juga tidak seramai sekarang. Butuh waktu 10 tahun bagi Tol Jagorawi untuk layak dari segi finansial dan lalu lintasnya meningkat. Begitu pula dengan Tol Purbaleunyi yang butuh waktu sekitar lima tahun sehingga padat seperti sekarang,” ujar Basuki.

 

Dia juga menambahkan bahwa dalam membangun sebuah konektivitas bisa dilakukan secara sinergi multimoda, contohnya Kementerian Perhubungan membangun pelabuhan dan bandara, maka Kementerian PUPR akan menyediakan akses jalan untuknya.

 

Pembangunan infrastruktur dalam periode cabinet kerja presiden Jokowi (2015-2019) menjadi salah satu program prioritasnya untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global saat ini.

 

Diharapkan dalam pembangunan Infrastruktur  mengalami pemerataan hasil-hasil pembangunan di berbagai wilayah bukan hanya untuk  meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

 

"Untuk itu kenapa kita banyak membangun infrastruktur di Papua, NTT, dan kawasan perbatasan, kalau lihat kepentingan politiknya tentu kita hanya bangun di Pulau Jawa saja," katanya.

 

Sumber : okezone.com

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us