Please reload

Recent Posts

SPAM untuk solusi PDAM Semarang

5 Oct 2018

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat, segera dimulai. Hal ini setelah ditetapkan pemenang lelang pada pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dianggarkan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 458,5 miliar.

 

Konsorsium PT Aetra Jakarta-PT Medco Gas Indonesia yang memiliki penawaran Rp 417,286 miliar menjadi pemenang proyek itu.

 

Dalam lelang itu, PTAetra dan PT Medco menyisihkan konsorsium Manila Water Inc-PTAdaro Tirta Mandiri-PT Sarana Tirta Ungaran dengan tawaran Rp 450,837 miliar, dan konsorsium Suez (South East Asia) Limited- PT Brantas Abipraya (Persero) dengan tawaran Rp 507,710 miliar. ‘’Surat penetapan pemenang lelang SPAM Semarang Barat telah diserahkan.

 

Dengan demikian, dalam waktu dekat, proyek pembangunannya bisa dilaksanakan. Targetnya pada 2020, SPAM Semarang Barat sudah bisa beroperasi,’’ jelas Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan, kemarin.

 

Dia menambahkan, nilai investasi SPAM Semarang Barat senilai Rp 1,1 triliun. Rinciannya, pembebasan lahan dengan memanfaatkan APBD Kota Semarang sebesar Rp 100 miliar. Kemudian pembangunan intake (penangkap air baku) sebesar Rp 100 miliar dari APBN-Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

 

Kemudian pembangunan Jaringan Distribusi Utama sebesar Rp 200 miliar oleh APBN-Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Ditambah dengan pembuatan jaringan sekunder, tersier hingga meteran di rumah warga PDAM Tirta Moedal senilai Rp 214 miliar.

 

Untuk pembangunan jaringan ini dilakukan bertahap. ‘’Jadi konsorsium membantu membangun IPA Reservoir hingga pemasangan pipa transmisi air bersih. Dengan menggunakan sistem KPBU, diharapkan bisa menekan anggaran pembangunan, dan bisa dialokasikan kepada yang lain,’’ imbuh dia.

 

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, SPAM Semarang Barat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. SPAM dapat menghasilkan 1.000 liter/detik yang bisa mengairi 60.000-70.000 sambungan.

 

Meliputi lima zona di tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu. Untuk panjang sistem transmisi sekitar 10,5 kilometer. Selain itu, juga untuk penyelamatan lingkungan di Kota Semarang.

 

Dengan pemenuhan air bersih, diharapkan masyarakat tidak lagi mengeksploitasi air bawah tanah. Dengan demikian, akan mengurangi dampak penurunan air tanah, yang bisa menyebabkan rob dan intrusi air laut. Pria yang akrab disapa Hendi ini mengemukakan, ada tiga faktor penyebab rob dan banjir di Kota Semarang.

 

Pertama, kiriman dari daerah hulu. Kedua, karena sistem drainase yang belum sempurna, ketiga adanya penurunan tanah 10-12 sentimeter di daerah pesisir.

 

‘’Penurunan tanah ini dikarenakan eksploitasi air bawah tanah yang berlebihan. Ke depan, saat SPAM Semarang Barat sudah selesai dibangun, mereka bisa memanfaatkan air bersih yang sudah disediakan pemerintah. Tidak memanfaatkan air tanah lagi yang bisa menyebabkan penurunan tanah,’’ tambah dia.

 

Dengan adanya SPAM Semarang Barat, maka aliran air bersih yang selama ini ke sana, akan dialihkan untuk memenuhi di bagian tengah, selatan, dan sebagian kecil ke timur. Selama ini, karena sumber airnya terbatas, kadangkala ada jadwal penggiliran air. Ke depan, sudah tidak ada lagi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us