Please reload

Recent Posts

Sebentar Lagi Dibangun Tol Laut Kendal-Semarang dan Semarang-Demak

18 Sep 2018

Penanganan banjir di Kota Semarang merupakan satu dari sekian program prioritas kepemimpinan pasangan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu selama periode 2016-2021.

 

Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi optimistis mampu menghilangkan persoalan banjir di Kota Semarang yang terjadi tiap tahunnya. Bahkan, ia yakin mampu menghilangkan mitos kota yang selalu terkena banjir seperti dalam lagu berjudul "Semarang Kaline Banjir" pada akhir 2020 mendatang.

 

"Jadi mimpinya dulu untuk bisa melepaskan mitos lagu Semarang Kaline Banjir, Insyaallah di akhir periode kami bisa tewujud," kata Hendi di Balai Kota Semarang, Jumat (14/9).

 

Optimisme Hendi tersebut didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang disampaikan dalam rapat dengan sejumlah pejabat Pemkot Semarang dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, beberapa hari lalu di Jakarta.

 

Dalam rapat tersebut, disampaikan Presiden Joko Widodo menyetujui pembangunan tol laut antara Kabupaten Kendal sampai ke Kota Semarang.

 

"Dari rapat itu, keputusannya adalah tahun depan akan dimulai pelaksanaan kegiatan jalan tol dari Kendal sampai ke Semarang yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut," jelas Hendi.

 

Hendi mengemukakan, tanggul laut yang selama ini diidam-idamkan untuk bisa melindungi Semarang, tidak hanya dari ruas Semarang ke Demak yang saat ini sudah dalam proses lelang

 

"Mungkin akhir 2018 ini bisa dilaksanakan. Tapi juga nanti akan dimulai dari Kendal menuju ke Semarang. Semuanya bukan karena Hendi dan Mbak Ita, tapi karena doa bersama-sama, semuanya karena nyengkuyung, cinta dan bangga kota ini sehingga doanya didengarkan Allah SWT," ujarnya.

 

Pembangunan jalan tol Kendal-Semarang dan Semarang-Demak oleh Kementerian PUPR sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut. Sehingga nantinya hal itu dapat berfungsi sebagai pengendalian rob.

 

Atas kondisi tersebut, Hendi meyakinkan warga jika Kota Semarang sudah terbebas dari banjir pada akhir 2020 atau tepatnya sebelum akhir kepemimpinannya bersama Ita, sapaan Hevearita G Rahayu.

 

"Saat ini Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dinormalisasi, Sungai Tenggang dinormalisasi, Sungai Sringin dinormalisasi, Sungai Babon juga dinormalisasi dan nanti ditutup tanggul laut tol Semarang-Demak. Jadi Insya Allah, wilayah timur tidak banjir, tengah tidak banjir, nanti barat pun dua tahun lagi tidak banjir," tegasnya.

 

Selain beberapa sungai yang saat ini dalam proses normalisasi, ada satu sungai yang kondisinya sudah kritis yaitu Sungai Bringin, di Mangkang. Tanggul sungai tersebut selalu jebol karena tidak mampu menahan debit air yang berlebih saat hujan deras.

 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan, normalisasi Sungai Bringin yang sempat jebol hingga merendam ratusan rumah warga beberapa waktu lalu, belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Penyebabnya, pembebasan lahan hingga kini belum selesai dan masih banyaknya hunian yang berada di bantaran sungai.

 

"Kami sudah mengajukan usulan normalisasi sungai tersebut. Bahkan, BBWS sudah meminta anggaran normalisasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 122 miliar," katanya

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us