Please reload

Recent Posts

Ratusan Tukang Bangunan di Jawa Tengah Dilakukan Sertifikasi

6 Sep 2018

Ratusan tenaga konstruksi (tukang bangunan) dari berbagai kota Kabupaten Kota di Jawa Tengah melakukan  sertifikasi, Selasa (4/9/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Juang 45 merupakan program dari Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Pada sertifikasi tersebut para pekerja konstruksi diuji kemampuan sesuai dengan bidangnya.

Sekertaris panitia sertifikasi program KOTAKU, Cucun Sutredi mengatakan sertifikasi ini diselenggarakan dua hari dari (4/9) hingga (5/9). Pada hari pertama para pekerja konstruksi di tes dengan dilakukan wawancara.

 

"Nanti ada dua Kabupaten Kota yakni Grobogan, dan Salatiga melakukan praktek langsung di cluster kelurahan Jagalan," tuturnya.

Peserta sertifikasi, kata Cucun, diikuti pekerja konstruksi dari enam Kabupaten Kota di Jawa Tengah yakni Kota Semarang, Demak, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Grobogan. Total peserta yang mengikuti sertifikasi berjumlah 264 pekerja konstruksi.

 

"264 peserta tersebut akan melakukan praktek di empat kelurahan yakni Kelurahan Nongkosawit Gunungpati, Kelurahan Mangkang Kulon Tugu, Kelurahan Jagalan

 

Semarang Tengah, Dan Kelurahan Mlati Baru Kecamatan Semarang Timur," terangnya.

 

Menurut dia, tujuan dari sertifikasi adalah keahlian para pekerja konstruksi dapat diakui pemerintah. Para pekerja tersebut nantinya akan mendapat sertifikasi dalam bentuk piagam maupun online.

"Dalam bentuk online ini bisa diakses oleh jasa kontruksi manapun. Bahawa mereka  itu  legal yang sudah disertifikasi oleh LPJK," jelasnya.

 

Diterangkannya, sertifikasi terhadap pekerja konstruksi telah dilakukan sebanyak dua kali. Namun sertifikasi kali ini merupakan tahun pertama bekerjasama dengan jasa konstruksi.

"Program ini sudah merupakan rangkaian proses pertama  di Pekalongan sebagai Pilot Project. Kemudian dilanjutkan di Kabupaten Banyumas, dan sekarang di Kota Semarang," jelasnya.

Cucun menerangkan pada program  sertifikasi ini tukang batu, tukang kayu, maupun tukang besi ini mempraktekan secara langsung. Mereka akan dinilai oleh assessor apakah layak atau tidak dengan bidangnya di konstruksi.

 

"Semua yang mengikuti sertifikasi tukang semua. Program KOTAKU terdapat Bantuan Dana Investasi (BDI). Setelah disertifikasi mereka dapat mengerjakan pekerjaan dari BDI. Setelah selesai mereka dapat bekerjasama dengan kontraktor masing-masing dan sudah mempunyai legalitas,"paparnya.

Ia mengatakan sertifikasi para pekerja konstruksi tidak dikenakan biaya. Sertifikasi tersebut dibiayai dari program KOTAKU.

 

"Saya berharap dengan sertifikasi ini dapat berkelanjutan untuk tukang-tukang lain yang belum tersertifikasi. Adanya sertifikasi mereka dapat meningkatkan pendapatan," tukasnya. (*)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us