Please reload

Recent Posts

Banyak pekerja konstruksi tak punya jaminan kecelakaan kerja

2 Mar 2018

Rentetan kecelakaan dalam bidang konstruksi selama 2018 ini terus memunculkan berbagai sorotan. Banyak yang berpendapat insiden di tengah ngebutnya pembangunan infrastruktur itu akibat buruknya manajemen konstruksi.

 

Pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Sejumlah proyek pun seperti kejar target agar dapat diresmikan. Kejar target itu dinilai mengorbankan aspek keselamatan pekerja maupun konstruksinya.

 

"Percepatan pembangunan proyek infrastruktur tampaknya dikerjakan seperti sopir angkot mengejar setoran. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi.

 

Insiden terakhir adalah ambrolnya penahan beton pada kepala pilar konstruksi tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, pada Selasa (20/2/2018). Tujuh pekerja menjadi korban dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati dan RS UKI Cawang.

 

Polisi pun menetapkan 2 tersangka dalam insiden di Tol Becakayu itu. Keduanya merupakan Kepala Pelaksana Lapangan PT Waskita Karya dan Kepala Pengawas PT Virama Karya. Polisi mengindikasikan ada unsur kelalaian yang menyebabkan 7 pekerja luka-luka.

 

Robohnya penahan beton di Becakayu itu menambah daftar insiden dalam proyek strategis nasional. Insiden Becakayu adalah peristiwa yang ke-17 yang terjadi sejak Agustus 2017 untuk pembangunan infrastruktur transportasi layang.

 

Sebelum ambruknya penahan beton di Becakayu, sejumlah insiden terjadi seperti robohnya katrol (crane) pengangkut beton proyek double-double track di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat pada Minggu, 4 Februari 2018. Kecelakaan itu menyebabkan empat pekerja proyek tewas sementara sejumlah pekerja lain mengalami luka.

 

Tak hanya soal manajemen konstruksi dan keselamatan kerja, rentetan insiden pada proyek infrastruktur itu pun terus menambah panjang sorotan, seperti jaminan kecelakaan kerja.

Pada insiden Becakayu, BPJS Ketenagakerjaan telah menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan korban. Tetapi, tak semua pekerja di Indonesia mendapatkan haknya dengan layak ketika mengalami kecelakaan kerja.

 

Data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS yang diolah Lokadata Beritagar , memperlihatkan bahwa pekerja di sektor konstruksi banyak yang tidak memiliki jaminan kecelakaan selama menjalankan pekerjaannya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us